Hati-hati! Kejahatan Siber Lewat Direct Message dengan Modus Ponsel Murah

Hati-hati! Kejahatan Siber Lewat Direct Message dengan Modus Ponsel Murah

BANDUNG – Penipuan melalui Direct Message (DM) dengan iming-iming ponsel hemat adalah salah satu modus pembohongan yang digunakan marak terjadi di tempat Indonesia.

Modus ini biasanya dijalankan oleh pelaku dengan mengirimkan arahan secara langsung DM terhadap korban yang menawarkan ponsel dengan biaya yang tersebut sangat murah.

Pelaku biasanya akan mengatasnamakan toko online atau reseller ponsel yang dimaksud terpercaya. Mereka akan menawarkan ponsel dengan tarif yang mana sangat jauh dalam bawah nilai tukar pasaran. Misalnya, ponsel terbaru yang dimaksud biasanya dijual dengan nilai tukar Rp10 juta, ditawarkan dengan biaya Rp5 juta.

Untuk meyakinkan korban, pelaku biasanya akan memberikan berbagai macam alasan, seperti ponsel yang dimaksud adalah stok lama, ponsel yang disebutkan adalah hadiah dari perusahaan, atau ponsel yang disebutkan adalah ponsel hasil lelang.

Setelah korban tertarik, pelaku akan memohonkan korban untuk mentransfer uang terlebih dahulu. Setelah uang ditransfer, pelaku akan menghilang juga korban tak akan pernah menerima ponsel tersebut.

Kepala Toko PStore Bandung Andi Yusuf melakukan konfirmasi bahwa toko pada Bandung ini mengadakan flash sale dengan biaya yang mana terjangkau, memungkinkan para pembeli untuk meraih ponsel impian dari beragam merek, mulai dari Android hingga iPhone.

“Setiap minggu, kami adakan flash sale dengan biaya berjauhan di dalam bawah biaya pasaran,” katanya pada keterangan persnya, Hari Jumat (22/12/2023)

Namun, Andi mengingatkan bahwa di dunia belanja online, kehati-hatian masih diperlukan. Para calon pembeli harus tetap memperlihatkan waspada terhadap upaya pembohongan online.

“Kami berupaya memberikan pengalaman belanja yang aman dan juga berkualitas. Namun, kami juga ingin mengingatkan bahwa ada pihak-pihak yang tersebut tiada bertanggung jawab yang tersebut mencoba memanfaatkan nama toko kami untuk tujuan penipuan,” ujar Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *