Mahasiswa lalu buruh Kaltara unjuk rasa tentang kelangkaan bbm
Tarakan – Mahasiswa, buruh lalu Gabungan Supir Bulungan (Gasbul) melakukan aksi unjuk rasa tentang kelangkaan unsur bakar minyak (BBM) pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Bulungan.
"Kami ingin kelangkaan BBM di dalam Tanjung selor agar diselesaikan secepatnya. Kasian ini para sopir truk yang dimaksud mengantri solar setiap hari," kata Zulfikar perwakilan dari pelajar ketika unjuk rasa pada depan kantor DPRD Kalimantan Utara di tempat Tanjung Selor, Bulungan, Kamis.
Dia yakin kuota BBM khususnya solar yang dimaksud dijatah 80 ton di dalam Bulungan ini mampu mengakomodir, tapi kenapa masih hanya para sopir harus mengantri terus tiap hari.
"Apa kerja kalian anggota DPRD, tidak ada pernahkah kalian lewat jalan Sengkawit mengawasi para sopir truk ini antri solar. Kami mengajukan permohonan tuntutan ini dapat ditandatangani oleh perwakilan DPRD, pihak keamanan/kepolisian, pihak pemerintah provinsi kemudian pihak SPBU," kata Zulfikar.
Sementara itu, perwakilan sopir yang mana mengikuti unjuk rasa yang disebutkan ingin SPBU tertibkan distribusi BBM.
Para sopir menilai SPBU menyelewengkan BBM dengan pihak aparat dan juga ingin memohonkan mereka ditindak tegas.
Pengunjuk rasa sekitar 250 orang yang dimaksud ada beberapa tuntutan antara lain agar pemerintah menindak seluruh oknum aparat yang digunakan terlibat di penyimpangan BBM bersubsidi pada Kalimantan Utara khususnya yang terjadi dalam Kota Bulungan.
Kemudian pemerintah menindak kemudian memberi sanksi hukum terhadap SPBU yang digunakan melakukan penyimpangan BBM bersubsidi sesuai pasal 53, 54, serta pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dan juga Pasal 55 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
Selanjutnya pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara melakukan pemutihan mutasi kendaraan luar area ke Provinsi Kalimantan Utara dengan tujuan meningkatkan kuota BBM bersubsidi kemudian meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Para pengunjuk rasa ditemui pejabat diantaranya Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha, Dandim 0903/Bulungan Letkol Inf Prasetyo Ari Wibowo, Asisten II Perekonomian lalu Pembangunan Setda Provinsi Kaltara Bustan.
Kemudian Kepala Dinas Disperindagkop serta UMK Kaltara Hasriyani, anggota DPRD Provinsi Kaltara Muhammad Shaleh lalu Iskandar, Sekwan DPRD Provinsi Kaltara bapak Muhammad Pandi dan juga entrepreneur SPBU.